10.4.09

18.12.08

Audit Manajemen Fungsi Manufakturing

Peran fungsi manufakturing dalam perusahaan adalah untuk meningkatkan kegunaan dari masukan yang berupa tenaga dan ketrampilan, bahan dan peralatan, dana dan informasi, menjadi barang atau jasa yang siap dipasarkan oleh perusahaan tersebut kepada konsumen atau pemakainya.
Audit manufakturing melakukan pengujian-pengujian atas ketaatan atas kebijakan yang telah digariskan dalam bidang operasional, efisiensi, dalam menyelenggarakan upaya untuk mencapai tujuan dibidang operasional perusahaan, dan efektivitas dari pencapaian tujuan tersebut.
Pelaksanaan audit manufakturing mencakup seluruh lingkup fungsi manufakturing dan lingkup fungsi manajemen. Lingkup fungsi operasional dalam suatu perusahaan mencakup bidang, bagian atau fungsi yang terdapat dalam organisasi perusahaan, jadi dalam lingkup manufakturing tercakup semua kegiatan yang terkait dalam usaha untuk mentransformasikan masukan berupa tenaga dan keahlian, bahan dan peralatan, dana dan informasi, menjadi keluaran berupa barang dan jasa.
Operasi di industri jasa, menggunakan masukan yang berbeda dengan yang dipakai di industri manufaktur. Sebagai contoh, operasi jasa penerbangan memerlukan masukan berupa modal untuk penyediaan pesawat terbang dan fasilitas, tenaga kerja yang sangat terlatih (pilot, pemeliharaan pesawat), tenaga kerja biasa, sejumlah besar energi. Kebutuhan masukan bahan baku pada industri jasa sangat sedikit ibandingkan suatu perusahaan manufaktur. Jasa utama yang ditawarkan oleh suatu jasa penerbangan adalah transportasi, meskipun jasa lain seperti pemesana hotel dan angkutan udara juga diberikan.
Sistem transformasi informasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Ada dua macam lingkungan yang perlu diperhatikan. Pertama, fungsi bisnis lain atau tingkat manajemen yang lebih tinggi, di dalam perusahaan tetapi diluar fungsi operasi, mungkin mengubah kebijakan, sumber daya, perkiraan, asumsi, tujuan, atau kendala. Kedua, lingkungan dilua perusahaan mungkin mengalami perubahan dilihat dari segi hukum, politik, sosial, dan ekonomi, sehingga mengakibatkan perubahan pula pada masukan, keluaran, atau sistem transformasi operasi.
Pengelolaan sistem transformasi memerlukan pengendalian terus menerus terhadap sistem dan lingkungan. Suatu perubahan pada lingkungan dapat menyebabkan manajemen mengubah masukan, keluaran, sistem pengendalian, maupun sistem transformasi itu sendiri.
Pelaksanaan audit pada fungsi manufakturing mencakup pula audit terhadap proses transformasi yang merupakan kegiatan pengolahan atau pelaksanaan aktifitas menghasilkan keluaran yang berupa barang atau jasa. Audit yang dilakukan terhadap proses transformasi ini meliputi perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan pengendalian kegiatan pengerjaan keluaran tersebut.
Disamping masukan dan proses transformasi, audit harus pula dilakukan terhadap hasil keluaran dari fungsi keluaran. Dalam pelaksanaan audit manufakturing dari hasil keluaran, harus tercakup mengenai perencanaan dari keluaran, elaksanaan atau realisasi dan pengendaliannya.
Dari uraian di atas, maka lingkup kegiatan audit manufakturing mencakup tiga sisi, pada sisi pertama pada cakupan audit manufakturing tersebut adalah sistem transformasi dari fungsi manufakturing, yang meliputi : masukan, proses, dan keluaran. Pada sisi ke dua dari cakupan audit manufakturing adalah meliputi fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. Sedangkan pada sisi ke tiga dari cakupan audit manufakturing ini adalah meliputi standar kriteria yang digunakan yaitu jumlah, mutu (spesifikasi), waktu dan biaya serta data yang tersedia.
Ruang Lingkup Audit Bidang Produksi
Dalam ruang lingkup audit bidang produksi terdapat delapan metode, yaitu :
1.Perencanaan produksi
a.Jadwal produksi induk
b.Penilaian atas idle capacity
c.Tingkat penerimaan
d.Inventory level
e.Perencanaan line balancing
f.Tingkat utilisasi mesin dan tenaga kerja
g.Follow-up anggaran produksi vs. aktual biaya produksi
h.MIS produksi
2.Quality control
a.Tingkat kualitas produksi per periode
b.Sampling plan
c.Penerapan total quality management
d.Peta kontrol
e.Standar spesifikasi geometris atau kualitas produk
3.Produktifitas dan efisiensi
a.Produktifitas tenaga kerja
b.Efisiensi dan produktifitas bahan
4.Metode dan standar kerja
a.Waktu baku
b.Sistem kerja
c.Standar operating procedures (SOP)
5.Maintenance
a.MIS maintenance
b.Preventive management
c.Pedoman maintenance
d.Prosedur permintaan kerja
6.Organisasi manajemen produksi
a.Tujuan atau sasaran departemen produksi
b.Penilaian struktur organisasi
c.Tingkat absensi pegawai
d.Turn over pegawai
7.Plant lay out
Beberapa kriteria penilaian terhadap layout, antara lain :
-Fleksibilitas layout
-Efektifitas dan efisiensi material flow pattern
-Minimum material handing oleh direct labour
-Minimum jarak maerial handing
-Minimum frekuensi perpindahan material
-Penggunaan ruangan yang ekonomis
-Pengaturan tata letak bidang yang efisien
-Penilaian metoda dan alat material handling
-High turn over material / WIP
-Keselamatan dan keamanan kerja
-Dll
8.Value analysis / value engineering
Data Pokok
B. H. Walley dalam bukunya “Production Management Handbook” (1980), memberikan data pokok untuk audit manufakturing sebagai berikut:
- Proses produksi
- Kendala kebijakan
- Pola permintaan
- Persaingan
- Pabrik dan mesin
- Hubungan industrial
- Informasi operasi
- Organisasi
- Penggunaan sumber daya
- Produk dan produksi
- Informasi biaya
- Produktivitas
- Jam kerja
- Sistem produksi
- Tata ruang dan pabrik
Audit Manufakturing
Kegiatan manufakturing dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1.Merumuskan maksud dan tujuan dilaksanakannya audit manufakturing.
2.Menentukan ruang lingkup audit yang akan dijalankan.
3.Melakukan audit pendahuluan untuk mendapatkan data dan informasi yang bersifat umum tentang obyek audit.
4.Menyusun prrogram dan prosedur audit yang akan dilaksanakan.
5.Melaksanakan audit yang telah ditetapkan sesuai dengan program dan audit yang mencakup pengumpulan dan pemeriksaan data.
6.Mengoalah dan menganalisis hasil temuan.
7.Membuat laporan ikhtisar temuan yang penting dan saran perbaikan.
Berdasarkam maksud dan tujuan dari pelaksanaan audit manufakturing, maka kemudian di tentukan lingkup audit manajemen yang akan dilakukan, yang dapat berupa:
1.Audit mengenai tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan manufakturing perusahaan yang ditetapkan.
2.Audit mengenai disain sistem menufakturing yang dijalankan, yang mencakup pemilihan lokasi, pengaturan tata letak, keadaan bangunan dan sarana penunjang, teknologi yang digunakan, proses manufakturing yang dijalankan, keadaan mesin dan peralatan.
3.Audit mengenai penerapan sistem manufakturing, yang mencakup perencanaan dan program operasi/produksi, pembelian dan pengadaan barang, pelaksanaan manufakturin, persediaan, dan pengiriman barang jadi serta pergudangannya, biaya, serta pemeliharaan peralatan.
Setelah lingkup audit manufakturing ditetapkan untuk dicakup dalam pelaksanaan audit, maka disusun program dan prosedur audit, termasuk persiapan kuesionernya.

1.12.08

Manajemen Operasional - Perencanaan Layout

Menetapkan suatu layout yang akan digunakan oleh suatu perusahaan harus juga mempertimbangkan berbagai keputusan operasional yang telah dibuat sebelumnya. Keputusan operasional yang berkaitan dengan layout dintaranya adalah desain produk, lokasi, proses maupun kapasitas perusahaan. Perencanaan layout secara umum bertujuan agar perusahaan dapat melakukan pengaturan tenaga kerja, ruang yang tersedia, peralatan atau fasilitas yang digunakan sehingga segala macam aliran yang ada diperusahaan baik berupa informasi maupun bahan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Layout yang efektif akan dapat menunjang pelaksanaan strategi bisnis yang telah ditetapkan perusahaan apakah diferensiasi, low cost atau respon yang cepat.

A. PENGERTIAN LAYOUT
Layout atau tata letak merupakan satu keputusan yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Banyak dampak strategis yang terjadi dari hasil keputusan tentang layout, diantaranya kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontak konsumen dan citra perusahaan. Layout yang efektif membantu perusahaan mencapai sebuah strategi yang menunjang strategi bisnis yang telah ditetapkan diantara diferensiasi, biaya rendah maupun respon cepat.
Dalam semua kasus yang terjadi, layout seharusnya mempertimbangkan bagaimana cara mencapai :
1. Pemanfaatan lebih tinggi atas ruang, fasilitas dan tenaga kerja.
2. Perbaikan aliran informasi, barang atau tenaga kerja.
3. Meningkatkan moral kerja dan kondisi keamanan yang lebih baik
4. Meningkatkan interaksi perusahaan dengan konsumen.
5. Peningkatan fleksibilitas.
Dari waktu ke waktu, desain layout perlu dipertimbangkan sebagi sesuatu yang dinamis dan punya fleksibilitas.



B. TIPE LAYOUT
Ada enam pendekatan layout yang dibahas dalam topic ini yaitu:
1. Layout dengan posisi tetap, biasanya untuk proyek besar yang memerlukan tempat luas seperti pembuatan jalan layang maupun gedung.
2. Layout berorientasi pada proses, untuk produksi dengan volume rendah dan variasi tinggi disebut juga job shop.
3. Layout perkantoran, bagaimana menempatkan tenaga kerja, peralatan kantor, dan ruangan kantor yang melancarkan aliran informasi.
4. Ritel layout, penempatan rak dan pemberian tanggapan atas perilaku konsumen.
5. Layout gudang, mengefisienkan ruang penyimpanan dan system penanganan bahan dengan memperhatrikan kelebihan dan kekurangannya.
6. Layout berorientasi produk, pemanfaatan tenaga kerja, mesin yang terbaik dalam produksi yang berulang.

Agar dapat menetapkan layout yang efektif maka perlu lebih dahulu ditetapkan beberapa hal diantaranya :
1. Peralatan penanganan bahan
2. Kapasitas dan persyaratan luas ruangan
3. Lingkungan hidup dan estetika
4. Aliran informasi
5. Biaya perpindahan antar wilayah kerja yang berbeda

C. LAYOUT POSISI TETAP (FIXED POSITION LAYOUT)
Masalah yang dihadapi dalam layout posisi tetap adalah bagaimana mengatasi kebutuhan layout proyek yang tidak berpindah atau proyek yang menyita tempat yang luas (seperti pembuatan jalan layang, gedung, dsb).
Teknik untuk mengatasi layout posisi tetap tidak dikembangkan dengan baik dan kerumitannya bertambah yang disebabkan oleh tiga factor yaitu:
1. Tempatnya yang terbatas pada semua lokasi produksi.
2. Setiap tahapan berbeda pada proses produksi dan kebutuhan bahan sehingga banyak hal yang menjadi penting sejalan dengan perkembangan proyek.
3. Volume bahan yang dibutuhkan sangat dinamis.

Karena permasalahan pada layout posisi tetap sulit diselesaikan pada lokasi maka strategi alternative yang ada adalah untuk melengkapi proyek ada hal-hal yang dikerjakan diluar lokasi, misalnya pada proyek pembuatan jalan layang maka pembuatan konstruksi besi dilakukan di luar lokasi setelah jadi tinggal melakukan penanamannya di lokasi proyek.

D. LAYOUT BERORIENTASI PROSES (PROCESS ORIENTED LAYOUT)
Layout berorientasi proses adalah sebuah layout yang berkaitan dengan proses produksi bervolume rendah dan variasi tinggi. Layout jenis ini merupakan cara tradisional untuk mendukung strategi diferensiasi produk, layout jenis ini adalah yang paling tepat untuk pembuatan produk yang melayani konsumen dengan kebutuhan berbeda-beda. Pada proses yang disebut job shop setiap produk dalam kelompok kecil melalui urutan operasi yang berbeda, tiap produk atau pesanan yang sedikit diproduksi dengan memindahkannya dari satu departemen ke departemen lain dalam urutan yang tertentu dari tiap produk. Contoh yang tepat adalah pada rumah sakit atu klinik.
Kelebihan utama dari layout ini adalah adanya fleksibilitas peralatan dan penugasan tenaga kerja. Sehingga dengan demikian apabila terjadi permasalahan pada suatu mesin, pekerjaan tidak perlu berhenti dan dapat dialihkan pada mesin lain atau departemen yang sama. Layout ini juga sangat baik diterapkan pada produksi komponen dalam batch kecil atau disebut job lot dan untuk produksi komponen dalam ukuran dan bentuk yang berbeda.
Kelemahan layout ini ada pada peralatan yang biasanya memiliki kegunaan umum. Waktu produksi jadi lama karena butuh waktu lama untuk berpindah dalam system karena sulitnya penjadwalan, perubahan penyetelan mesin, keunikan penanganan bahan. Lagipula peralatan yang mempunyai kegunaan umum membutuhkan operator yang trampil dan persediaan barang setengah jadi menjadi lebih tinggi karena ketidakseimbangan proses produksi. Pada akhirnya kebutuhan modal akan semakin banyak.


E. LAYOUT PERKANTORAN (OFFICE LAYOUT)
Hal yang membedakan antar layout kantor dan pabrik adalah pada kepentingan informasi, namun demikian pada beberapa lingkungan kantor, produksi sangat tergantung pada aliran bahan.
Cara penyelesaian layout kantor adalah menggunakan analisa diagram hubungan (relationship chart) seperti yang dicontohkan di bawah ini.
Contoh: Suatu kantor memiliki 9 ruangan yaitu untuk:
1. Direktur
2. Direktur teknologi
3. Ruang para insinyur
4. Sekretaris
5. Pintu masuk kantor
6. Pusat arsio
7. Lemari peralatan
8. Peralatan fotokopi
9. Gudang
Penempatan satu ruang dengan ruang lainnya dilakukan dengan cara memberikan nilai kedekatan yaitu :

A Absolutely necessary Sangat perlu
E Especially important Sangat penting
I Important Penting
O Ordinary Ok Boleh
U Unimportant Tidak penting
X Not desirable Tidak perlu

Pada layout ini ada dua kecenderungan yang perlu diperhatikan yaitu:
1. Teknologi seperti telepon seluler, pager, fax, internet, laptop PDA menyebabkan layout perkantoran menjadi makin fleksibel dengan memindahkan informasi secara elektronik.
2. Virtual company menciptakan kebutuhan dinamis akan ruang dan jasa.
Kedua macam kecenderungan ini mengakibatkan kebutuhan karyawan lebih sedikit berada di kantor.

F. LAYOUT USAHA ECERAN (RITEL LAYOUT)
Merupakan sebuah pendekatan yang berkaitan dengan aliran pengalokasian ruang dan merespon pada perilaku konsumen. Layout ini didasarkan pada ide bahwa penjualan dan keuntungan bervariasi kepada produk yang menarik perhatian konsumen. Sehingga banyak manajer ritel mencoba untuk mempertontonkan produk kepada konsumen sebanyak mungkin. Penelitian membuktikan bahwa semakin besar produk terlihat oleh konsumen maka penjualan akan semakin tinggi dan tingkat pengembalian investasi semakin tinggi. Untuk itu manajer operasional perusahaan ritel dapat melakukan pengubahan pengaturan toko secara keseluruhan atau alokasi tempat bagi beragam produk dalam toko.
Ada lima ide yang dapat dimanfaatkan dalam pengaturan toko yaitu:
1. Tempatkan bara-barang yang sering dibeli di sekitar batas luar toko.
2. Gunakan lokasi yang strategis untuk produk yang menarik dan mempunyai nilai keuntungan besar seperti kosmetika, asesories.
3. Distribusikan produk kuat yaitu yang menjadi alasan utama para pengunjung berbelanja, pada kedua sisi lorong dan letakkan secar tersebar untuk bisa dilihat lebih banyak konsumen.
4. Gunakan lokasi ujung lorong karena memiliki tingkat pertontonan yang tinggi.
5. Sampaikan misi toko dengan memilih posisi yang menjadi penghentian pertama bagi konsumen.
Tujuan utama dari layout ini adalah “memaksimalkan keuntungan luas lantai per
kaki persegi”. Disamping itu ada juga konsep yang masih diperdebatkan yaitu Biaya Slotting (Slotting Fees) yaitu biaya yang dibayar produsen untuk menempatkan produk mereka pada rak di rantai ritel atau supermarket.
Disamping itu ada juga pertimbangan –pertimbangan lain yang disebut dengan
“servicescapes” yang terdiri dari tiga elemen yaitu:
1. Kondisi yang berkenaan dengan lingkungan
2. Tata letak yang luas dan mempunyai fungsi
3. Tanda-tanda, simbol dan patung

G. LAYOUT GUDANG (WAREHOUSE LAYOUT)
Layout gudang merupakan sebuah disain yang mencoba meminimalkan biaya total dengan mencapai paduan yang terbaik antara luas ruang dan penanganan bahan. Manajemn bertugas mamaksimalkan tiap unit luas gudang yaitu mamanfaatkan volume penuhnya sambil mempertahankan biaya penanganan bahan yang rendah. Yang mana biaya penanganan bahan adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan transportasi bahan yang masuk, penyimpanan dan bahan keluar. Layout gudang yang efektif meminimalkan kerusakan bahan di gudang.
Manajemen gudang yang modern marupakan suatu prosedur yang otromatis yang menggunakan ASRS (Automated Storage & Retrieval System).
Ada tiga konsep yang dikenal dalam layout gudang yaitu:
1. Cross Docking
Adalah cara menghindari penempatan bahan atau pasokan dalanm gudang dengan cara memproses secara langsung disaat diterima. Hal ini dilakukan untuk menghindari aktivitas penerimaan secara formal, penghitungan stock/ penyimpanan dan pemilihan pesanan sehingga terjadi penghematan biaya.
Cross Docking yang baik membutuhkan :
- Penjadwalan yang ketat.
- Pengiriman yang diterima memiliki identifikasi produk yang akurat dengan kode garis.
2. Random Stocking
Digunakan di gudang untuk menempatkan persediaan dimana terdapat lokasi yang terbuka. Teknik ini berarti bahwa ruangan tidak perlu dikhususkan untuk barang-barang tertentu dan fasilitas dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Sistim ini jika terkomputerisasi maka akan meliputi tugas-tugas:
- Membuat daftar lokasi yang terbuka
- Membuat catatan persediaan sekarang secara akurat dan juga lokasinya.
- Mengurutkan barang-barang dalam urutan tertentu untuk meminimalkan waktu perjalanan yang dibutuhkan untuk menjemput pesanan.
- Memadukan pesanan untuk mengurangi waktu penjemputan
- Menugaskan barang atau sekumpulan barang tertentu pada wilayah gudang yang tertentu sehingga jarak tempuh total dalam gudang dapat dimimalkan.
3. Customizing merupakan penggunaan gudang untuk menambahkan nilai produk melalui modifikasi, perbaikan, pelabelan dan pengepakan. Cara ini biasanya berguna untuk menghasilkan keunggulan bersaing dalam pasar dimana terdapat perubahan produk yang sangat cepat. Cara ini sudah banyak dilakukan oleh perusahaan misalkan dengan penyediaan label pada usaha eceran sehingga barang dapat langsung dipajang.

H. LAYOUT BERORIENTASI PRODUK (PRODUCT ORIENTED LAYOUT)
Layout ini disusun di sekeliling produk atau keluarga produk yang sama yang memiliki volume tinggi dan variasi rendah. Merupakan produksi yang berulang dan kontinyu.
Asumsi yang digunakan adalah:
1. Volume yang ada mencukupi untuk pemanfaatan peralatan yang tinggi.
2. Permintaan produk stabil.
3. Produk distandarisasi atau mendekati fase siklus hidupnya.
4. Pasokan bahan baku dan komponen mencukupi dengan kualitas standar.
Layout ini terdiri dari dua jenis yaitu:
1. Lini pabrikasi (fabrication line) membuat komponen seperti ban mobil. Lini ini dipacu oleh mesin dan membutuhkan perubahan mekanis dan rekayasa untuk membuat keseimbangan.
2. Lini perakitan (assembly line) meletakkan komponen yang dipabrikasi secara bersamaan pada sekumpulan stasiun kerja. Lini ini dipacu oleh tugas yang diberikan kepada tanaga kerja atu pada stasiun kerja

Keuntungan layout ini adalah:
1. Biaya variabel per unit rendah yang biasanya dikaitkan dengan produk yang terstandardisasi dan bervolume tinggi.
2. Biaya penanganan bahan rendah.
3. Mengurangi persediaan barang setengah jadi.
4. Proses pelatihan dan pengawasan yang lebih mudah
5. Hasil output yang lebih cepat.
Kelemahan layout ini adalah
1. Butuh volume tinggi karena modalnya yang besar.
2. Jika ada penghentian pada satu bagian akan berakibat pada seluruh operasi.
3. Fleksibilitas yang ada kurang saat menangani beragam produk atau tingkat produksi berbeda.

24.11.08

Curious George


entah kenapa akhir-akhir ini jadi doyan nonton Curious George di antv (mungkin karena bentuknya yang lucu). btw, tau gak sih kalo si curious george ini berawal dari buku yang di tulis suami istri Hans Augusto Rey dan Margret Rey. Hans menggambar ilustrasi dan Margret menulis ceritanya. hebatnya mereka mengerjakan buku ini pas perang dunia II. bukunya sendiri mengisahkan tentang George yang dibawa oleh Ted alias pria bertopi kuning dari afrika ke kota (entah dimana). rasa ingin tahu yang besar tentang benda-benda di sekitarnya membawa George pada petualangan-petualangan seru.

16.11.08

VIRUS ALERT ON MY DESKTOP

kemaren kompie gw baru aja kena virus aneh (kemungkinan trojan), ciri-cirinya :
- desktop jadi blank putih, kaya di blok wallpaper lain soalnya pas baru nyala wallpaper asli kliatan juga sesaat sebelum turn off
- start menu hilang, tinggal option "turn off computer" doank
- shortcut key gak jalan, kecuali explore manual lewat start menu
- tulisan VIRUS ALERT di taskbar deket jam

pake AVG, PCMAV, KAV gak ngefek. akhirnya setelah googling sana-sini nemu solusinya:
- turn off antivirus dan antispyware yang digunakan saat ini
- download malwarebytes anti-malware dari site ini atau dari sini
- install dan update
- pilih "perform quick scan" trus klik scan
- setelah hasilnya kluar, centang (bahasa apa ini) semuanya trus klik remove selected
- setelah selesai, akan kluar pilihan buat restart komputer
- restart dan whaa-laa back to normal..

special thx 2 bro bugbatter

12.11.08

logo tim indonesian super league 2008









10.11.08

biaya eksekusi amrozi cs Rp. 22 M

baru nonton tv juga pagi ini di selamat pagi trans7. konon kabarnya biaya operasional untuk mengeksekusi amrozi dan konco-koncone menghabiskan dana kurang lebih Rp. 22M. setelah di telusuri dari berbagai sumber, konon (lagi) pengeluaran terbesarnya dari sewa helikopter yang Rp. 10 juta per jam, belum lagi biaya pengerahan pengamanan, biaya ambulan, dst.

pihak kejaksaan sendiri yang jadi event organizer nya juga ogah-ogahan ketika ditanya mengenai asal-muasal dana yang digunakan untuk eksekusi tersebut. weleh2, kalo yang ini sih cerita lama.


dari berbagai sumber